• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
EKONOMI
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Inilah 17 Koruptor Kakap Di Singapura
  • Itu Komisinya Kan, Jadi ...
  • Isu Suap BI, Cetak Uang Pecahan Rp100 Ribu
  • Ismeth Abdullah Diizinkan Ikut Pemilukada Kepri
  • IPO PT KS: Menarik Minat Pihak Asing
2012-08-04 04:52:20 WIB

Semester I 2012: Ekspor Indonesia Tertekan Krisis Global

Politikindonesia - Ekspor Indonesia pada Juni 2012 mengalami penuruan akibat dampak krisis global yang melanda Amerika Serikat dan Eropa. Surplus perdagangan Indonesia selama periode Januari sampai dengan Juni 2012 mengalami penurunan menjadi US$476,2 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$15,0 miliar.

“Namun ekspor non-migas Indonesia ke beberapa negara emerging market seperti negara-negara di kawasan Afrika selama semester I tahun ini tumbuh pesat,” kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan kepada pers, Jumat (03/08).

Gita menjelaskan, ekspor Indonesia ke Pantai Gading meningkat 346,9% dari US$11,6 juta pada semester I tahun 2011 lalu. Ekspor Indonesia juga meningkat pesat ke beberapa negara lain seperti Djibouti 83,5%, Yaman 79,8%, Pakistan 76,6%, Kolombia 57,9%, Arab Saudi 43,6%, Finlandia 33,8%, dan Kenya 30,6%.

Menurut Gita, untuk meningkatkan kinerja ekspor maka pemerintah akan melakukan pengembangan pasar ekspor. Pemerintah akan mendorong peningkatan ekspor non-migas ke negara-negara non-tradisional, 're-balancing' ekspor non-migas ke negara dengan defisit lebih dari US$100 juta.

Gita mengatakan, peningkatan daya saing produk penurunan surplus perdagangan non-migas dipicu oleh meningkatnya defisit perdagangan Indonesia dengan beberapa negara mitra dagang utama, antara lain China, Thailand dan Jepang.

China merupakan negara mitra dagang utama yang menyebabkan defisit perdagangan non-migas terbesar mencapai US$4,0 miliar selama Januari hingga Juni 2012, meningkat US$951,0 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Thailand defisit sebesar US$3,1 miliar dari sebelumnya US$2,1 miliar dan defisit perdagangan non-migas dengan Jepang mencapai US$3,1 miliar, di mana sebelumnya surplus US$0,3 miliar. 
(ron/rin/wan)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Stop Berdebat, Ayo Beri Kontribusi Bagi Riset Gunung Padang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak terkait untuk tidak mengulang lagi mempe...


Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...

NUSANTARA
Index >>

9 Tewas Terseret Gelombang Pasang Pantai Tulap Sulut

Gelombang pasang terjadi di Pantai Tulap, Kecamatan Kombi, Minahasa, Sulawesi Utara. Dalam peristiwa...


Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Sunda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini terkait potensinya m...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved