
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-08-04 04:52:20 WIBSemester I 2012: Ekspor Indonesia Tertekan Krisis Global
Politikindonesia - Ekspor Indonesia pada Juni 2012 mengalami penuruan akibat dampak krisis global yang melanda Amerika Serikat dan Eropa. Surplus perdagangan Indonesia selama periode Januari sampai dengan Juni 2012 mengalami penurunan menjadi US$476,2 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$15,0 miliar.
“Namun ekspor non-migas Indonesia ke beberapa negara emerging market seperti negara-negara di kawasan Afrika selama semester I tahun ini tumbuh pesat,” kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan kepada pers, Jumat (03/08).
Gita menjelaskan, ekspor Indonesia ke Pantai Gading meningkat 346,9% dari US$11,6 juta pada semester I tahun 2011 lalu. Ekspor Indonesia juga meningkat pesat ke beberapa negara lain seperti Djibouti 83,5%, Yaman 79,8%, Pakistan 76,6%, Kolombia 57,9%, Arab Saudi 43,6%, Finlandia 33,8%, dan Kenya 30,6%.
Menurut Gita, untuk meningkatkan kinerja ekspor maka pemerintah akan melakukan pengembangan pasar ekspor. Pemerintah akan mendorong peningkatan ekspor non-migas ke negara-negara non-tradisional, 're-balancing' ekspor non-migas ke negara dengan defisit lebih dari US$100 juta.
Gita mengatakan, peningkatan daya saing produk penurunan surplus perdagangan non-migas dipicu oleh meningkatnya defisit perdagangan Indonesia dengan beberapa negara mitra dagang utama, antara lain China, Thailand dan Jepang.
China merupakan negara mitra dagang utama yang menyebabkan defisit perdagangan non-migas terbesar mencapai US$4,0 miliar selama Januari hingga Juni 2012, meningkat US$951,0 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Thailand defisit sebesar US$3,1 miliar dari sebelumnya US$2,1 miliar dan defisit perdagangan non-migas dengan Jepang mencapai US$3,1 miliar, di mana sebelumnya surplus US$0,3 miliar.
(ron/rin/wan)



