
Bank BTPN (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-07-17 10:55:06 WIBBTPN Jual Obligasi Senilai Rp1 Triliun
Politikindonesia - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun. Obligasi ini bertujuan untuk pendanaan jangka panjang di luar dana pihak ketiga (DPK). Perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT Standard Chartered Securities Indonesia, dan PT NISP Sekuritas sebagai penjamin emisinya.
Kata Direktur Keuangan BTPN Arief Harris kepada pers, Selasa (17/07), obligasi ini memiliki tenor 3-5 tahun. “Kredit BTPN itu jangka panjang. Untuk itu diperlukan pendanaan jangka panjang, sementara jika mengandalkan deposito sifatnya hanya jangka pendek," ujarnya.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sendiri telah memberikan izin penerbitan obligasi tersebut karena penerbitan obligasi itu lanjutan dari obligasi berkelanjutan sebelumnya. BTPN menerbitkan obligasi Rp500 miliar di bulan Mei lalu. Penerbitan ini merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan sebesar Rp2,5 triliun. “Ini kita baru terbitkan Rp500 miliar, jadi masih ada sisa Rp2 triliun, rencananya ini hingga 2013," terang dia.
Kata Harris, saat ini penerbitan obliglasi tersebut, sudah memasuki proses book building, dan akan di terbitkan sebelum lebaran. “Minggu depan akan kita umumkan berapa nilainya, minggu depan bisa final, jadi bulan ini bisa diterbitkan,” tandasnya.
(ron/rin/kap) Kata Direktur Keuangan BTPN Arief Harris kepada pers, Selasa (17/07), obligasi ini memiliki tenor 3-5 tahun. “Kredit BTPN itu jangka panjang. Untuk itu diperlukan pendanaan jangka panjang, sementara jika mengandalkan deposito sifatnya hanya jangka pendek," ujarnya.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sendiri telah memberikan izin penerbitan obligasi tersebut karena penerbitan obligasi itu lanjutan dari obligasi berkelanjutan sebelumnya. BTPN menerbitkan obligasi Rp500 miliar di bulan Mei lalu. Penerbitan ini merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan sebesar Rp2,5 triliun. “Ini kita baru terbitkan Rp500 miliar, jadi masih ada sisa Rp2 triliun, rencananya ini hingga 2013," terang dia.
Kata Harris, saat ini penerbitan obliglasi tersebut, sudah memasuki proses book building, dan akan di terbitkan sebelum lebaran. “Minggu depan akan kita umumkan berapa nilainya, minggu depan bisa final, jadi bulan ini bisa diterbitkan,” tandasnya.



