• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
EKONOMI
Djoko Kirmanto (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Menteri DKP Beri Kesaksian Di Sidang Tipikor
  • Proyek Banyak, Sumber Dana Minim
  • Perbankan Nasional Bakal Makin Transparan
  • Proyek Jembatan Selat Sunda Jalan Terus
  • Tolak Capping TDL, Pengusaha Butuh Kepastian
2012-06-28 02:56:59 WIB

Menteri PU: Perbankan Hambat Proyek Tol Cikampek-Palimanan

Politikindonesia - Konsorsium perbankan dinilai menghambat percepatan pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116 kilometer. Akibatnya, pekerjaan fisiknya berjalan lamban. Karenanya, dia meminta agar PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator dan pengembang tol untuk menggunakan modal sendiri bagi pembangunan konstruksi. 

"Kucuran dana perbankan untuk ruas ini masih terhambat. Padahal lahan terbebas 97 persen," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Jakarta, Rabu (27/06). 

Djoko menyarankan kepada kontraktor agar memakai modal sendiri yang sudah dialokasikan untuk konstruksi, sambil menunggu pembebasakan lahan 100%. Sebab ruas ini yang paling siap di antara 24 ruas tol Trans-Jawa. 

"Ruas ini sangat strategis. Jika segera diselesaikan, dampaknya juga untuk ruas lainnya, sekaligus juga mengurangi beban pantura," kata Djoko. 

Ruas tol Cikampek-Palimanan diharapkan sudah bisa selesai pada 2014. Selain itu para kontraktor BUMN yang ada saat ini diharapkan bisa terlibat langsung untuk membangun tol Cikampek-Palimanan. 

Menurut Djoko, berdasarkan laporan yang diterimanya baru ada dua kontraktor nasional yang masuk yaitu Wijaya Karya dan Adhi Karya. “Kami mengharapkan kontraktor lain seperti PP, Waskita, dan lainnya juga ikut tender untuk bangun tol Cikampek."

Sementara, Kepala BPJT Ahmad Ghani Ghazaly mengatakan, berdasarkan dokumen perjanjian kredit antara PT LMS dan sindikasi perbankan yakni BCA, Bank Panin, ICBC, BJB, dan Bank DKI, bersama perbankan daerah lainnya, LMS baru mendapatkan pinjaman Rp7,14 triliun. 

Padahal, PT LMS harusnya mendapatkan kredit perbankan sebesar Rp8,82 triliun atau 70% dari total investasi sebesar Rp12,6 triliun. Sekitar 30% lainnya atau senilai Rp3,78 triliun harus terpenuhi dari ekuitas perusahaan.
(ar/rin/wan)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Stop Berdebat, Ayo Beri Kontribusi Bagi Riset Gunung Padang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak terkait untuk tidak mengulang lagi mempe...


Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...

NUSANTARA
Index >>

Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Sunda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini terkait potensinya m...


Pilgub NTT: Hari Ini Putaran Ke-2 Digelar

Hari ini, Kamis (23/05) berlangsung putaran kedua pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Seju...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved