
Ilustrasi pesawat Garuda (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2010-11-16 01:03:48 WIBUtang Garuda Rp4,5 Triliun Direstrukturisasi
Politikindonesia - Hingga September 2010, total utang Garuda Indonesia sebesar US$477 juta, atau setara dengan Rp4,5 triliun. Jumlah ini turun dibanding utang Garuda pada Juni 2009 yang tercatat US$726 juta.
Direktur IT Garuda Indonesia Elisa Lumban Toruan mengatakan, pihaknya berhasil merestrukturisasi utang perusahaan. Terutama kepada kreditur European Credit Agency (ECA).
Menurut Elisa, dari total utang US$477 juta tersebut, kepada ECA mencapai US$300 juta, sisanya Floating Rates Notes (FRN) kepada kreditur berbasis di Singapura sekitar US$131 juta.
"Restrukturisasi utang kepada ECA sudah selesai tinggal tandatangan. Jangka waktu pelunasannya diperpanjang hingga tujuh tahun," kata Elisa usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.
Elisa menjelaskan, utang kepada ECA sudah dicicil sejak dua tahun lalu, sedangkan utang FRN sudah di-buyback (dibeli kembali).
Menurut Elisa, pembayaran kewajiban bagian dari program restrukturisasi utang perseroan. Selain dari kas perusahaan, perseroan juga melakukan negosiasi penjadwalan ulang dengan para kreditur.
Garuda Indonesia, dijadwalkan melepas 30% saham perdana kepada publik (IPO) pada kuartal I 2011.Restrukturisasi utang merupakan salah satu syarat untuk melakukan IPO. Adapun dana yang akan diperoleh dari IPO tersebut, sekitar 300-400 juta dolar AS.
(ar/na) Direktur IT Garuda Indonesia Elisa Lumban Toruan mengatakan, pihaknya berhasil merestrukturisasi utang perusahaan. Terutama kepada kreditur European Credit Agency (ECA).
Menurut Elisa, dari total utang US$477 juta tersebut, kepada ECA mencapai US$300 juta, sisanya Floating Rates Notes (FRN) kepada kreditur berbasis di Singapura sekitar US$131 juta.
"Restrukturisasi utang kepada ECA sudah selesai tinggal tandatangan. Jangka waktu pelunasannya diperpanjang hingga tujuh tahun," kata Elisa usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.
Elisa menjelaskan, utang kepada ECA sudah dicicil sejak dua tahun lalu, sedangkan utang FRN sudah di-buyback (dibeli kembali).
Menurut Elisa, pembayaran kewajiban bagian dari program restrukturisasi utang perseroan. Selain dari kas perusahaan, perseroan juga melakukan negosiasi penjadwalan ulang dengan para kreditur.
Garuda Indonesia, dijadwalkan melepas 30% saham perdana kepada publik (IPO) pada kuartal I 2011.Restrukturisasi utang merupakan salah satu syarat untuk melakukan IPO. Adapun dana yang akan diperoleh dari IPO tersebut, sekitar 300-400 juta dolar AS.



